" Alangkah baiknya laki-laki yang pandai berbicara dan berilmu, mendengar dan paham, memelihara dan mengamalkan ilmunya. (Ulama) "
Jum'at, 10 September 2010
  
Home >> Resensi Buku  
 .:  Info Produk
 .:  Info Insani







Haji Mabrur, Bukan Mabur!
Sumber : Majalah GATRA, 12 November 2008  Resentor : Herry Mohammad

Keberhasilan seorang haji adalah adanya perubahan signifikan atas akhlak dan ibadah. Ikhlas adalah modal utama untuk mendapatkan pertolongan Allah dalam melawan setan.

 

Sudah haji, kok masih korupsi? Sudah haji, kok, pakaiannya masih seronok? Sudah haji, kok, perilaku negatifnya tidak berubah? Dan sederet pertanyaan membumbung setiap kali musim haji tiba. Prosesi haji yang hampir 40 hari itu seakan tidak membekas begitu sampai di Tanah Air. Mengapa semua itu terjadi? Sudah banyak buku yang mengupas dan membahas tentang haji. Setiap tahun, sedikitnya Indonesia mengirim 220.000 jamaah -jamaah terbesar di dunia- ke Tanah Suci, Mekkah. Tapi, begitu sampai ke kampung halaman, pertanyaan "sudah haji, kok ..." terus saja terulang. Siapa salah?

 

Haji adalah perjalanan menuju rumah Allah. Sebagai tamu Allah, ada berbagai syarat yang mesti dipenuhi sang tamu. Antara lain, kemampuan. Mampu dalam hal finansial, mampu secara fisik-intelektual, dan mampu secara moral. Karena itu jamak dilakukan, sebelum berangkat haji, para jamaah mengikuti manasik haji, latihan untuk melaksanakan tata tertib dan kronologinya, agar bisa mencapai haji mabrur. Dan, "Haji mabrur tida balasan kecuali surga" (Riwayat Bukhari-Muslim).

 

Untuk itu, memahami makna dan simbol-simbol haji adalah sebuah kemestian. Tiadalah sempuran orang yang pergi haji tanpa mengerti apa yang dilakukannya disana. Disinilah makna penting manasik haji. Tapi disini pula persoalannya. Pemahaman fikih bagi calon haji adalah penting. Tapi memahami makna dan simbol simbol haji juga amat penting. Tanpa memahami makna dan simbol-simbolnya, ibadah haji hanya menjadi ritual tanpa makna. Dan ini jamak terjadi.

 

Kehadiran karya Reza M. Syarief ini merupakan upaya untuk memberi dan memahami makna serta simbol simbol haji. Pakaian ihram yang serba putih dan tidak ada jahitannya, misalnya, oleh Reza dimaknai sebagai simbol ketulusan, kesamaan, dan keserderhanaan. Dalam berihram, tak ada beda antara presiden, raja, dan masyarakat akar rumput. Mereka mesti tulus dalam kesederhanaan dan kebersamaan.

 

Begitu juga melempar jumrah sebagai lambang melawan setan. Tak ada daya upaya kita, umat manusia, melawan setan kecuali dengan pertolongan Allah semata. Karena itu, sesuai dengan makna surah An-Nahl ayat 98, setiap kali akan membaca Al-Quran, seseorang hendaknnya meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Untuk melawan setan, di perlukan pertolongan Allah. "Jika hal ini tidak kita lakukan, kita akan mengalami kelemahan dan tidak sanggup melawan setan,"tulis Reza (halaman 40)

 

Lalu, untuk mendapat pertolongan Allah, hendaknya kita mengenal-Nya. Dan, untuk mengenal dan mendapat pertolongan Allah, hanya ada satu pintu: ikhlas. "Jadi pesan dari ihram dan jumrah itu adalah bagaimana kita bertempur dengan iblis atau setan dengan senjata paling ampuh, yakni ikhlas!" Reza menyimpulkan. Ini artinya, umat manusia mesti berserah diri secara total dalam rangka melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jika itu yang dilakukan, seseorang yang berstatus haji pulang ke Tanah Air tidak akan berbuat yang aneh-aneh.

 

Karya Reza M. Syarief ini adalah satu dari sekian banyak karya tentang haji. Bedanya, karya Reza didekati dengan teori dan praktek motivasi. Sedangkan buku-buku lainnya lebih banyak mendekati dari sisi praktek dan fikih haji. Tahu lalu, Dr. H. Miftah Faridl meluncurkan buku Antar Aku ke Tanah Suci, yang berisi panduan da kiar sukses berhaji. Baik Miftah maupun Reza sepakat, keberhasilan seorang haji adalah adanya perbaikan akhlak dan ibadah pada diri yang bersangkutan. Jika sebelum dan pasca haji tidak ada perubahan, status haji mabrur pun lepas. Yang didapat hanyalah haji mabur (terbang)!


       
.: © 2003- Gema Insani. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang :.
www.gemainsani.co.id