Artikel Artikel Umum

Waspadai Sifat Nifaq

Do you know nifaq? Yes, nifaq menurut syara’ itu artinya menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Ini bahaya banget karena orang bisa ketipu dengan sikap orang yang kayak gini. Contohnya, kita menampakkan diri bahwa kita rajin shalat padahal sebenarnya kita malas. Hanya kita lakukan rajin shalat ketika di hadapan orang lain. Tapi kalo lagi sendiri di rumah nggak pernah melakukan shalat. Beda ama riya’, karena biasanya kalo riya’ itu dia bisa jadi rajin shalat juga di rumah ketika sendiri, cuma ketika di hadapan orang lain ingin dipuji dan mendapat simpati. Tapi kalo nifaq (orangnya disebut munafiq), memang sengaja menutupi kekufuran dan kejahatan dengan menampakkan keislaman di hadapan orang lain. Wah, nggak banget deh buat kita sikap seperti ini. Jauhi yuk!

Orang yang munafiq itu seperti bermuka dua alias hipokrit. Misalnya nih, kalo shalat dia itu merasa terpaksa atau malas. Karena memang secara fisik ia terpaksa ingin berbuat baik, tapi hatinya nggak gitu. Jadi emang nggak klop. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS an-Nisaa’ [4]: 142)

Dari ayat ini bisa kita pahami bahwa memang kalo orang yang munafiq itu seolah-olah akan menipu Allah Swt. dengan apa yang diperbuatnya. Dulu di jaman Nabi saw. ada beberapa orang munafiq yang kalo di hadapan Nabi saw. dan para sahabatnya seperti taat. Mereka shalat juga bahkan ikut bersama jamaah kaum muslimin. Bisanya sih rada-rada malas gitu. Soalnya, hati dan pikiran mereka nggak taat sama Allah Swt. sebagaimana orang yang beriman. Itu namanya nipu. Tapi kagak mungkin nipu Allah Swt. Iya kan?

Oya, kamu perlu tahu juga bahwa sifat nifaq ini ada dua jenis lho. Pertama, nifaq secara i’tiqadi (keyakinan) dan kedua nifaq secara amali alias perbuatan.

Untuk nifaq i’tiqadi atau keyakinan ini ada empat macam nih: Pertama, mendustakan Rasulullah saw. atau mendustakan sebagaian dari apa yang beliau bawa. Kedua, membenci Rasulullah saw. atau membenci sebagian apa yang beliau bawa. Ketiga, merasa gembira dengan kemunduran agama Rasulullah saw. Keempat, tidak senang dengan kemenangan agama Rasulullah saw.

Waduh, kalo ada satu atau malah keempat macam dari nifaq secara keyakinan ini, buru-buru bertobat deh. Jangan sampe telat dan ajal datang menjemput kita. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat nifaq secara keyakinan ini, karena ini termasuk nifaq yang berat banget. Bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Naudzubillahi mindzalik.

Kalo nifaq perbuatan tuh kayak gini, misalnya kamu berbidah tapi malas dan nggak bergairah. Hanya merasa semangat (itu pun sedikit), yakni ketika bareng jamaah lainnya dengan harapan ingin dipuji sebagai bagian dari kaum muslimin. Duh, pokoknya ati-ati deh, jangan sampe sifat ini ngendon di pikiran dan perasaan kita semua. Setuju kan?

Terus gimana dong kalo kita ingin tahu bahwa ada orang yang diindikasikan sebagai orang munafiq di sekitar kita? Kalem Bro, ini ada hadis yang bisa kita jadikan rujukan. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Ada tiga perkara, barangsiapa yang memilikinya maka ia tergolong munafiq walaupun ia puasa, shalat, dan beranggapan dirinya sebagai seorang muslim. Jika bicara ia dusta, jika berjanji tidak menepati, jika diberi amanah ia berkhianat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)

Dalam riwayat yang lain, yakni dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Ada empat perkara, barangsiapa yang memilikinya jadilah ia seorang munafiq dan barangsiapa yang memiliki satu bagian darinya maka ia memiliki satu sifat munafiq sampai ia meninggalkannya. Jika berbicara ia dusta, jika berjanji ia tidak menepati, jika diberi amanah ia berkhianat, dan jika bertengkar ia curang.” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.” (QS al-Baqarah [2]: 204)

Aduh berat juga ya? Ini maksudnya selalu lho. Kalo kebetulan kita berbohong sekali, belum termasuk. Tapi kalo selalu berbohong dalam perkataan kita, ati-ati deh. Buang kebiasaan tersebut. Juga kalo misalnya kamu tidak menepati janji sekali atau dua kali, tapi dalam janji lainnya menepati hal itu belum termasuk munafiq, hanya saja statusnya udah masuk “waspada” kali ye? Semoga kita dihindarkan dari sifat sedemikian.

Bro, sifat nifaq ini bukan cuma dalam muamalah alias berurusan dengan sesama manusia, tapi juga bisa dimasukkan ke dalam hal ibadah kepada Allah Swt. Gimana pun juga, niat ibadah kita nggak bisa dicampur dengan kedustaan dalam ucapan, juga dalam berkhianat, dan tidak amanah. Ibadah kepada Allah Swt. memerlukan kejujuran dan niat tulus, serta senantiasa amanah dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dari Allah Swt. Itulah mengapa, sifat nifaq ini yang bisa bikin rusak keikhlasan kita kepada Allah Ta’ala.

Salam,
O. Solihin
Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Jerry D. Gray: Zionis Adu Domba Umat Islam Lewat Distorsi Berita

Penulis dan pengamat politik internasional Jerry D. Gray mengatakan Zionis selalu membuat distorsi berita dunia Islam dengan tujuan mengadu domba sesama umat Islam.

“Dengan merebaknya distorsi atau pemutarbalikkan fakta berita dunia Islam, warga suatu negara bisa diadu domba misalnya dengan isu Sunni – syiah, hingga terjadi peperangan dan pertumpahan darah seperti di Suriah,” ungkapnya pada Diskusi Terbuka “Kenapa Suriah” di Universitas Yarsi Jakarta, Rabu (26/6).

Jerry, yang juga mantan tentara Angkatan Udara AS yang pernah berdinas di Arab Saudi, mengatakan, adanya konflik di Suriah dan di negeri-negeri muslim lainnya memang sudah diprogram Amerika.“Amerika, Inggris dan sekutunya memang sedang dan terus memerangi dan menghancurkan negeri-negeri muslimin, termasuk Suriah,” papar penulis buku Demokrasi Barbar ala AS dan Dosa-Dosa Media Amerika terhadap Umat Islam itu.

Menurutnya, sebenarnya musuh bersama umat Islam adalah Zionisme internasional, yang secara organisasi digerakkan oleh freemasonry dan iluminati. “Dunia ini sudah dikuasai oleh Zionis, karena itu hanya dapat di lawan dengan persatuan muslimin sedunia,” tegas Jerry yang memiliki nama Islam Abdurrahman itu.Ia yang masih mualaf dan terus ingin belajar Islam merasa malu dan sedih, mengapa sesama umat muslim, bahkan ada di antaranya yang satu keluarga, harus saling bunuh.

Menanggapi konflik di Suriah, pria Hawai kelahiran Jerman itu mengatakan, warga Suriah menjadi korban fitnah dan adu domba Amerika. Amerika menghendaki konflik berdarah di Suriah jangan sampai cepat selesai. “Warga Amerika saja sudah tidak percaya dengan pemerintahannya yang selalu membuat kebijakan merugikan warganya, menjadikan banyak musuh, hingga mengakibatkan jutaan manusia meninggal,” ujarnya.
Untuk itu, ia menyerukan agar seluruh komponen umat Islam meningkatkan kesadaran beragama dan pentingnya menjalin persatuan dan kesatuan umat Islam.

Tampil sebagai pembicara lain, dr. Joserizal Jurnalis (Presidium MER-C), Drs. M.Hamdan Basyar,M.Si (Peneliti LIPI), sambutan dr. Sarbini Abdul Murad, serta dipandu Moderator Zulfatan Faizin (Metro TV).

Sumber: http://www.dakwatuna.com/
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Pahami Islam Dari Sudut Pandang Islam

Memahami Islam dari sudut pandang Islam ini perlu dan wajib kita lakukan. Sebabnya, nggak mungkin dong kita akan memahami Islam tapi menggunakan kacamata Barat atau kacamata sekularisme. Itu sama artinya nggak bakalan nemuin kejelasan. Kalo memahami Islam, wajib dari sudut pandang Islam.

Jadi nih, kalo ada yang bilang bahwa Islam itu bias gender karena nggak menghargai wanita, tapi melihatnya dari sudut pandang sekularisme atau peradaban Barat, ya itu namanya tulalit. Apalagi kalo kemudian kita kepancing menjelekkan Islam karena menggunakan kerangka berpikir Barat. Wah, jangan sampe deh.

Kalo ada yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama, tuhannya sama, yang beda hanyalah namaNya, itu pasti berpikir bukan dari sudut pandang Islam. Lalu mereka yang berpikiran begitu rame-rame mengatakan bahwa Islam bukan satu-satunya agama yang benar. Walah, ini sih udah ngaco banget deh. Mungkin mereka kudu diingatkan dengan pernyataan Prof. Hamka, “yang bilang semua agama sama berarti tidak beragama”. Nah lho, ati-ati tuh.

Sobat muda muslim, kalo ada seorang ulama atau intelektual Muslim yang menganggap bahwa Islam sudah saatnya disegarkan kembali dan harus ditafsirkan sesuai akal modern, saya sangat yakin kalo tuh orang nggak memahami Islam yang sempurna ini (atau pura-pura nggak tahu?) dan jelas cara berpikirnya bukan dari sudut pandang Islam.

Padahal, Islam sudah jelas disempurnakan oleh Allah. Itu artinya cuma Islam yang benar. Nggak ada kebenaran lain selain agama Islam ini. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Maidah [5]: 3)

Itu sebabnya, kalo ada yang mengaku Muslim tapi ketika berpikir dan berbuat bukan berlandaskan Islam, itu namanya error. Ngakunya muslim, tapi gaul bebas dan seks bebas jadi gaya hidupnya. Ngakunya Muslim tapi menolak sebagian ajaran Islam. Bahkan kemana-mana teriak bahwa nggak ada yang tahu kebenaran selain Allah. Sambil menyanyikan penolakan terhadap syariat, fikih, tafsir wahyu, dan ijtihad para ulama karena semua itu hasil pemahaman manusia. Menurut mereka itu relatif. Waaah, itu bener-bener kacau, Bro! Sebab, seharusnya seorang Muslim hidupnya berpatokan kepada ajaran Islam, bukan kepada ajaran yang lain. Termasuk ketika memahami Islam, ya harus dari sudut pandang Islam. Bukan yang lain.

Sobat muda muslim, semoga kita mulai bisa memahami Islam sebagai pandangan hidup kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan Islam. Agar kehidupan kita juga lebih tenang, lebih yakin, dan tentunya penuh percaya diri dan bangga menjadi Muslim. Satu-satunya cara untuk mengenal Islam lebih dalam dan lebih jauh lagi hanya dengan belajar. Jadi, mulai sekarang, kita kudu giat belajar apa saja, terutama mengkaji Islam (dan tentunya dari dan dengan sudut pandang Islam).

Salam,
O. Solihin
Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan via Twitter di @osolihin

Resensi / Rehal Buku "the Final Chapter"

Intip sedikit yuk, Resensi / Rehal buku "The Final Chapter" oleh Koran Republika (Irwan Kelana ed: nashih nashrullah). Jumat 23 Agustus, hal. 8.

Judul: The Final Chapter
Penulis: Jerry D Gray
Penerbit: Sinergi Publishing
Cetakan: 1 Juni 2013
Tebal: xiv + 134 hlm

Hari kiamat pasti terjadi. Namun, ini merupakan peristiwa gaib, masih menjadi rahasia Allah swt. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat datang. Hanya Allahlah yang mengetahui. Bahkan, Rasulullah saw. pun hanya diberi pengetahuan oleh Allah swt. sebatas tanda-tanda kedatangannya.
Buku yang ditulis oleh Jerry D Gray ini membahas Hari Kiamat, kedatangan, tanda-tandanya, dan pembahasan penting lainnya. Ditulis praktis dengan gaya populer dan berbasiskan data yang sahih berdasarkan Al-Qur'an dan hadits Rasulullah saw. kemudian dianalisis menggunakan rasa dan logika umum yang baik.
Melalui buku ini, penulis buku terlaris yang berjudul "Rasulullah Is My Doctor" itu bukan hanya mengajak pembaca untuk memahami dan meyakini tentang kiamat, tetapi juga menjelaskan dengan akurasi relevansi tanda-tanda kiamat sebagaimana diberitakan Rasulullah saw. dengan tanda-tanda yang ada pada zaman sekarang.
Penulis memberi pengantar bukunya dengan mengingatkan pembaca akan bahaya Iluminati bagi umat manusia dan kehidupan di dunia ini. "Iluminati bekerja secara langsung untuk iblis atau setan. Mereka tengah mempersiapkan dunia ini untuk kedatangan Dajjal. Iluminati menciptakan perang atas terorisme atau lebih tepat dikatakan 'perang atas Islam'. Mereka mengendalikan hampir 96% dari seluruh media utama di bumi ini".
Secara keseluruhan, buku ini terjadi dari enam bab. Penulis mengawali bukunya dengan memaparkan pemulaan akhir zaman. Banyak sekali tanda permulaan akhir zaman, seperti perang nuklir, gempa bumi, sungai Eufat mengering, lewatnya kornet, gerhana aktual, kemiskinan, api merah di Timur.
Selain itu, berlomba-lomba meninggikan bangunan, transportasi modern, runtuhnya nilai-nilai moral, laki-laki menyerupai perempuan menyerupai laki-laki, serta cinta sejenis. Sebagian besar tanda-tanda kiamat itu sudah dan sedang terjadi saat ini.
Pada abab kedua, penulis membahas sejumlah keajaiban menjelang datangnya kiamat. Bab ketiga merupakan salah satu pembahasan yang sangat menarik perhatian, yakni Imam Mahdi akan memimpin dunia. Disini penulis mengupas tentang latar belakang Imam Mahdi, siapa Imam Mahdi, kemunculan Imam Mahdi, ciri-ciri Imam Mahdi, dan berbagai tanda di sekitar kedatangan Imam Mahdi.
Bab keempat mengingatkan pembaca tentang bahaya sihir yang saat ini merjalela diseluruh permukaan bumi. Melalui bab "dikendalikan oleh sihir", penulis menegaskan, "Hari ini, Iluminati, Freemason, dan kelompok lain yang sejenis dalam piramida Iluminati, Mempraktikan sihir dalam skala besar."
Pada bab berikutnya, penulis menjelaskan tentang Isa al-Masih yang dijanjikan. Sedangkan, bab keenam atau terakhir mengupas tanang Dajjal. "Masih Ad-Dajjal (Al-Masih palsu) pada suatu waktu pada masa depan, sebelum hari kebangkitan, yang dibandingkan secara langsung dengan tokoh-tokoh anti-Kristus dan Armillus dalam ilmu akhirat Kristen dan Yahudi."
Buku ini menjadi semakin menarik dan menggelitik sebab dilengkapi dengan berbagai ilustrasi foto atau gambar, ilustrasi, peta, dan grafis lainnya berwarna penuh. Daya kritis penulis membuat buku ini semakin berbobot. Karena itu, buku ini sangat perlu dibaca dan diperhatikan oleh kaum Muslimin. (Irwan Kelana ed: nashih nashrullah)

Visit us:
Website: www.gemainsani.co.id
Twitter: @gemainsanigip

Titik Nadir Peradaban

Titik Nadir Peradaban

Kehidupan yang hedonis membuat umat terperosok pada kesenangan sesaat. Menyatukan persepsi dan membuat aksi bersama, masih jauh dari harapan. Diperlukan kesadaran dan amal bersama untuk memperbaiki keadaan.

Mendadak religius. Begitulah suasana selama masa kampanye menjelang pemilihan umum 9 April nanti. Yang biasanya auratnya terbuka mendadak pakai kerudung. Yang biasanya tak pernah selat berjamaah di masjid, terutama salat isya dan subuh, tiba-tiba hadir bak seorang pemakmur masjid sungguhan.

Pengajian dan majelis-majelis zikir pun disesaki oleh mereka yang sedang berikhtiar mendapatkan simpati dan kursi. Ya, ujung-ujungnya memang kursi. Dan tak jarang, sang kursi diperebutkan dengan berbagai cara. Tak peduli menerabas larangan agama.

Buku ini karya seorang ustad, pendiri dan pengasuh Pesantren Ma’rifatus-salam, Dawuan, Kalijati, Subang, Jawa Barat. Sebagai ustad, Abdullah Muadz banyak bergaul deagan berbagai kalangan,

dengan beragam latar belakang. Ia mengamati  perilaku masyarakat, dari pemakai obat terlarang,pengejar jabatan dan gelar, sampai penggila bola. Semua itu membuat orang, akhirnya, meninggalkan Tuhan yang sebenamya dan terseret pada arus mencari tuhan-tuhan lain untuk memuaskan nafsu serakahnya.

Dan kata kunci dari seunia itu adalah hedonisme, sebuah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi sebagal tujuan hidup. "Di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas." (halaman 159).

Karena itu, menurut Abdullah Muadz, tidak mengherankan masjid-masjid sepi dari kalangan yang produktif, kaum muda.Masjid hanya diisi orang-orang tua dan anak-anak. Sementara itu, kalangan mudanya lebih asyik menghabiskan wakktunya di kafe-kafe, diskotik, tempat bilyar, bioskop, dan tempat-tempat hiburan yang lain. Mereka melupakan akhirat, sebuah kehidupan yang abadi.

Sudah  jamak keluhan datang dari orangtua tentang tayangan relevisi yang sama sekali tidak memberikan pendidikan yang baik buat generasi muda. Televisi adalah media paling ampuh memengaruhi gaya hidup seseorang, lewat tampilan, bukan tuntunan. Begitu banyak keluhan itu, tapi tak juga. ada solusi. Misalnya, umat Islam bisa membuat televisi tandingan yang menyuguhkan tayangan yang mendidik dan mampu membuat ,generasi muda mandiri dan berkarakter. Persoalannya ialah kesamaan persepsi di kalangan umat yang mayoritas menghuni republik ini.

Ketika umat tak lagi mampu membendung arus hedonisme, yang terjadi adalah kerusakan di masyarakat. Lihatlah, di masa kampanye ini, para calon berebut meraih simpati dengan berbagai cara. Asalkan tujuannya sampai. Tak ada nuansa mendidik umat agar cerdas dalam menentukan pilihan. Semua ukurannya adalah kernampuan finansial.Tak penting lagi visi-misi, yang ada hanyalah bagaimana supaya suara bisa masuk sebanyak-banyaknya. Menghalalkan segala cara pun dilakoni.

Pada kondisi seperti ini, peradaban kita di bawah titik nadir. Tak ada cara lain, kecuali kita musti berupaya dengan sungguh-sungguh agar umat punya persepsi yang sama tentang tujuan hidup mulia di hadapan Tuhan. Yang diubah bukan hanya sistem, melainkan juga cara pandang yang sangat substansial. Yakni, mau ke mana kita setelah kehidupan di dunia ini? Jika tujuan kita adalah kehidupan pasta-dunia, dakwah menjadi jalan hidup yang mesti ditapaki. Hidup di dunia adalah sarana menuju kehidup-an abadi. Dari sini kebersamaan persepsi dibangun dan amal nyata diwujudkan. Perlu waktu, energi, dan kesabaran prima untuk menjalaninya.

Oleh Herry Mohammad

Resensi buku Ini Dia Tuhan Baru | Penulis: Abdullah Muadz | Penerbit: Al-Qalam | Majalah Gatra Edisi 9 April 2014