Artikel Artikel Umum

Menelurkan Peradaban Yang Maju

“Tiga tiang peradaban yang diperlukan dan dikembangkan untuk Membangun Peradaban Indonesia yang maju, sejahtera, mandiri, dan kuat itu adalah: Manusia-manusia Indonesia yang memiliki keunggulan yaitu: “HO2”, “Hati” (Iman dan Takwa), “Otak” (Ilmu Pengetahuan), dan “Otot” (Teknologi)”.(Bacharuddin Jusuf Habibie)                       

Firdaus Syam di pertengahan tahun 2009 kembali menelurkan karya ilmiahnya, kali ini pada sosok pemimpin Bangsa bernama Bacharuddin Jusuf Habibie atau sering disebut dengan B. J. Habibie. Siapa tak kenal dengan harumnya nama tokoh besar di Indonesia yang satu ini? Kecerdasan dan keimanannya yang mampu memperkenalkan sains dan teknologi, serta kecintaannya yang begitu besar pada Tanah Air, membuat Rudy—begitu sapaan B. J. Habibie kala remaja mampu melekat di benak tokoh-tokoh penting lainnya maupun masyarakat di negeri ini.

Namun, buku bertajuk Renungan Bacharuddin Jusuf Habibie: Membangun Peradaban Indonesiaini hadir dengan sisi yang berbeda di tengah banyaknya buku-buku lain yang juga membahas soal B. J. Habibie. Buku karya Firdaus Syam ini bukanlah sebuah biografi yang menceritakan perjalanan hidup seseorang dalam perantauan mental dan pergulatan hidup seorang B. J. Habibie.

Buku yang dikemas dalam hardcover ini, lebih memfokuskan pembahasannya pada gagasan-gagasan mendasar B. J. Habibie dalam “merespon” persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, lalu bagaimana Indonesia sebagai negara sekaligus bangsa “yang utuh” itu mampu membangun masa depannya. Masa depan itu, dalam perenungan tokoh besar ini tidak lain masa depan “Membangun Peradaban Indonesia”, peradaban yang dibangun dalam Benua Maritim Indonesia.

Menarik untuk kita ketahui dalam buku ini bahwa Penulis mengulik tentang istilah HO2 yang ditawarkan Rudy Habibie untuk membangun peradaban Indonesia yang maju, mandiri, sejahtera, dan kuat. HO2 merupakan singkatan dari kata Hati, Otak, dan Otot. Di buku ini, Penulis menjabarkan istilah dari pemikiran B. J. Habibie tersebut. Hati sebagai tempat munculnya iman dan takwa, Otak sebagai sumber ilmu pengetahuan, dan Otot sebagai istilah yang mencerminkan manusia Indonesia yang menguasai keterampilan teknologi. Seperti kata B. J. Habibie yang satu ini, bahwa hanya bangsa-bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang relative berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan, dan teknologi yang akan bertahan hidup.

Berkaitan dengan itu, Penulis juga menekankan pembahasannya pada pemikiran B. J. Habibie soal Sumber Daya Manusia (SDM). Ya, pemimpin bangsa dan pemuda merupakan dua di antara hal lain yang harus bersinergi membangun bangsa menuju peradaban hingga masa depan. Pemimpin bangsa dan pemuda inilah yang menjadi bagian dari SDM itu sendiri yang harus mengelola dan mematangkan hati, otak, dan otot-nya demi membangun peradaban di Indonesia. Menurut B. J. Habibie, pemimpin bangsa berperan penting dalam perubahan bangsa.

Lagi-lagi Penulis mengungkap hal menarik dalam buku ini yang bersumber dari pemikiran Rudy Habibie. Tokoh besar di Tanah Air ini menganalogikan pemimpin bangsa bagaikan air. Air itu unsur penting untuk hidup dan kehidupan termasuk sebagai sumber inspirasi dan kekuatan. Namun, konteks pemimpin menurutnya adalah seorang pemimpin di mana saja ia berada, harus berperilaku seperti “mata air” yang mengalirkan air bersih dan bergizi sehingga semua kehidupan di sekitarnya dapat mekar dan berkembang. Perilaku seperti “mata air” yang mengalirkan racun akan mematikan kehidupan sekitarnya.

Pemuda adalah salah satu SDM bangsa Indonesia yang dapat menggerakkan perubahan dari peradaban itu. Pemuda Indonesia sebenarnya memiliki banyak peluang untuk berkarya dan membantu membangun Indonesia, namun seperti yang dikatakan Habibie bahwa alangkah sedihnya betapa banyak pemuda Indonesia kini yang mengenyam pendidikan S1 sampai S3. Mereka merupakan orang-orang yang unggul, akan tetapi tidak diberi kesempatan di negaranya. Mereka di mana? Ada yang di Prancis, Jerman, Singapura, Malaysia, dan lainnya. Di sana mereka mendapat tempat untuk mengembangkan bakat, kreativitas serta inovasinya dan  sebaliknya di “rumah sendiri” tidak ada tempatnya.

Selain itu, B.J. Habibie dalam penerawangan pemikiran dan batin yang dalam sampai kepada batas perenungannya. Bagaimana “Peradaban Indonesia” itu secara sistematis, strategis, dan taktis, harus dapat terwujudkan, setelah kita mengalami tahapan-tahapan dari simpul sejarah Bangsa Indonesia yang telah dilaluinya. Perenungannya ini adalah bertepatan di tahun 2008, yaitu setelah kita melampaui 10 Dasawarsa Kebangkitan Nasional, 10 Windu Sumpah Pemuda, dan 10 Tahun Gerakan Reformasi. Nah, untuk bahasan yang lebih lengkap tentang ini bisa kita temukan hanya di buku Renungan Bacharuddin Jusuf Habibie: Membangun Peradaban Indonesia. Yuk, kita merenung dan bangkit membangun peradaban Indonesia bersama Rudy Habibie!

Marketplace, Ecommerce & Iklan Baris ?

Salah satu alternatif untuk menjual sesuatu secara online adalah dengan jualan di marketplace atau istilah sederhana dalam Bahasa Indonesia adalah jualan di pasar online.

Beberapa marketplace yang populer di Indonesia (saya yakin Anda pernah lihat iklannya, baik saat lagi browsing, di facebook, di BBM Messenger atau bahkan di TV) adalah :

  • Tokopedia
  • Buka Lapak
  • Lazada
  • Elevania

Marketplace diatas berbeda dengan situs iklan baris seperti OLX ( dulu Toko Bagus dan Berniaga). Marketplace juga berbeda dengan website E-Commerce besar seperti : Blibli, Zalora dan sebagainya.

Perbedaannya terletak di cara kerjanya. Agar Anda lebih jelas tentang perbedaan cara kerja website/situs besar diatas, saya akan menjelaskan cara kerja dari masing-masing jenis situs tersebut.

Cara Kerja Situs Iklan Baris

iklan-baris

Cara kerja website iklan baris seperti OLX, sama persis dengan iklan baris di koran, jadi saya rasa Anda sudah lumayan mengerti.

Anda sebagai penjual bisa pasang iklan, lalu prospek yang tertarik menghubungi Anda secara langsung, baik via HP, email, chat (yang Anda cantumkan di iklan Anda).

Jadi OLX sama sekali tidak ikut peran dalam transaksi atau komunikasi yang terjadi antara pemasang iklan (penjual) dengan calon customer. OLX hanya menyediakan tempat untuk beriklan.

Tingkat keamanan dari transaksi yang terjadi melalui iklan baris tentu lebih rendah, oleh sebab itu pihak OLX sendiri pun menyarankan Anda sebagai pembeli bertemu langsung dengan penjual untuk melakukan transaksi.

 

Cara Kerja E-Commerce Besar

Lain lagi dengan E-Commerce besar seperti Blibli (sering muncul di iklan TV, bahkan jadi sponsor turnamen bulutangkis tingkat dunia baru-baru ini) atau Zalora dan masih banyak lagi.

big-retailer

Mereka di dunia nyata, mirip seperti retailer besar atau Department Store di Mal seperti Sogo, Metro, Hypermart, Ace Hardware dan lain-lain.

Jadi cara kerjanya mereka punya banyak supplier, tapi retailer besar ini yang menyeleksi dan mengkontrol produk-produk yang ingin mereka jual, mengatur stok produk dan pengiriman barang juga kebanyakan dikirim dari mereka sendiri.

Oleh sebab itu kalau Anda lihat di Blibli seringkali yang tampak adalah produk dari brand-brand besar yang mereka ajak kerjasama. Kualitas produk secara umum di situs E-Commerce sejenis ini biasanya lebih bisa dipertanggung-jawabkan.

 

Cara Kerja Marketplace

marketplace

Nah marketplace atau pasar online punya cara kerja yang berbeda lagi. Marketplace populer seperti Tokopedia atau Buka Lapak mempertemukan banyak penjual dengan banyak pembeli.

Mereka menyediakan tempat, fasilitas dan infrastruktur agar penjual dengan pembeli bisa dengan mudah melakukan transaksi.

Jadi perusahaan marketplace seperti ini tidak menjual produknya sendiri, mereka tidak punya stok produk, mereka hanya menyediakan fasilitas dan sistem agar transaksi antara penjual dengan pembeli bisa mudah dilakukan.

Tetapi mereka melangkah lebih jauh, dimana perusahaan marketplace ini juga menjadi mediator atau pihak tengah yang memastikan transaksi yang dilakukan lebih aman.

Bagaimana caranya? Secara sederhana, bisa dijelaskan seperti berikut:

  1. Pembeli memilih barang di marketplace, lalu saat membeli, transfer pembayaran dilakukan ke perusahaan marketplace, bukan transfer ke penjual.
  2. Perusahaan marketplace akan memberitahu ke si penjual, bahwa sudah diterima pembayaran untuk produk A dan minta segera penjual memproses dan mengirimkan paket barang ke alamat pembeli.
  3. Setelah barang diterima pembeli maka pembeli bisa konfirmasi bahwa barang sudah diterima (atau kadang sistem otomatis mendeteksi melalui resi pengiriman bahwa barang sudah diterima) maka perusahaan marketplace akan mentransfer pembayaran ke si penjual.

Dengan mekanisme tersebut, transaksi menjadi lebih aman (walaupun tetap saja ada lubang keamanan).

Konsep cara kerja marketplace ini ternyata sangat disukai oleh masyarakat di Indonesia yang memang relatif sebelumnya tidak terlampau percaya dengan belanja online yang dianggap banyak terjadi penipuan.

Oleh sebab itulah konsep marketplace berkembang pesat di Indonesia, ditunjukkan dengan perkembangan jumlah penjual dan jumlah pembeli di berbagai marketplace yang populer.

Marketplace yang terbesar di Indonesia saat ini adalah Tokopedia dan Buka Lapak. Tetapi Lazada yang sebelumnya lebih mengarah ke situs E-Commerce, akhirnya lebih mengembangkan bisnisnya menjadi marketplace, walaupun menurut saya belum dijalankan sebaik Tokopedia atau BukaLapak.

Berikut daftar Marketplace GIP :

Tokopedia : Klik Disini

Bukalapak : Klik Disini

 

Sumber : http://belajarbisnisinternet.com/jualan-di-marketplace-atau-di-toko-online-sendiri/

Plus/minus Jualan Di Marketplace

Setelah kita tahu cara kerja marketplace, saya akan membahas apa kelebihan dan kekurangan jualan di marketplace. Saya mulai dulu dari kelebihannya, baru setelah itu kekurangannya.

pros-cons-jempol

Kelebihan Jualan di Marketplace

  1. Mudah untuk mulai jualan karena sistem dan prasarana sudah disediakan. Penjual relatif tinggal buka akun, upload foto-foto dan keterangan produk. Selesai! Kemudahan seperti ini sangat disukai oleh orang-orang  yang masih awam.
  2. Marketplace atau pasar yang bagus biasanya sudah ramai pengunjung. Ibarat kalau Anda buka stan di pasar atau di mal yang ramai, selalu ada pengunjung yang nyasar, masuk dan lihat-lihat dagangan Anda yang lalu jadi customer Anda.

Kekurangan Jualan di Marketplace

  1. Marketplace yang ramai biasanya pasti ada banyak sekali penjual sehingga kemungkinan besar ada banyak penjual yang menjual barang yang sama sehingga yang seringkali terjadi adalah terjadi perang harga akibat tingkat persaingan yang tinggi sehingga biasanya low profit margin.
  2. Pelanggan Anda dengan mudah pindah ke penjual lain karena seperti sebuah pasar, mereka akan dengan mudah ‘look around’ atau lihat-lihat ke penjual lain dan akhirnya kecantol di tempat lain.
  3. Anda tidak sedang membangun brand dari bisnis jualan online Anda karena customer Anda seringkali hanya ingat nama website atau perusahaan marketplacenya, jarang sekali bisa mengingat brand atau nama toko Anda.
  4. Anda tidak punya kontrol terhadap tempat jualan Anda karena sebetulnya Anda hanya ‘nunut’ jualan di tempat orang lain. Suatu saat, perusahaan marketplace bisa merubah aturan main atau membuat peraturan baru yang tidak menguntungkan Anda. Mereka berhak merubah aturan main karena ini adalah tempat mereka, Anda harus mengikutinya, jika tidak mau, silakan pergi (kasarannya seperti itu).

Poin no 4 diatas sebenarnya mirip dengan situasi jika Anda jualan di Mal. Salah seorang teman saya, pernah jualan arloji di sebuah mal ramai di Surabaya. Omset dan profit sangat bagus. Pihak mal lalu menaikkan uang sewa secara kontinyu, tiap 6 bulan, biaya sewa naik sehingga profit semakin menurun.

Saat biaya sewa yang sudah mencekik leher, tiba-tiba mal memutuskan jenis barang yang dijual teman saya itu tidak boleh dijual (arloji branded KW). Akhirnya gulung tikar lah teman saya ini.

Itulah yang bisa terjadi saat Anda jualan di tempat orang lain, dimana Anda tidak punya kontrol sepenuhnya di tempat tersebut.

---

Berikut daftar Marketplace GIP :

Tokopedia : Klik Disini

Bukalapak : Klik Disini

---

Sumber : http://belajarbisnisinternet.com/jualan-di-marketplace-atau-di-toko-online-sendiri/

Dosen Universitas King Khalid: Bahasa Arab Sumber Memahami Islam

JAKARTA–Pakar bahasa Arab yang juga dosen Universitas King Khalid, Prof. Dr. Shalih bin Abdullah Asy-Syitsri, menyatakan sangat penting bagi umat Islam untuk mempelajari dan memahami bahasa Arab. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara seminar bertajuk “Peran Kerajaan Saudi Arabia dalam Penyebaran Bahasa Arab” yang diselenggarakan di arena Indonesia International Book Fair (IIBF) 2016, Kamis (29/09/2016)

Prof. Shalih menjelaskan, pentingnya umat Islam mempelajari bahasa Arab karena ada keterkaitan yang sangat kuat antara bahasa ini dengan upaya seorang Muslim untuk memahami agamanya, karena Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah Islam berasal dari bangsa Arab. “Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an, bahasa hadits Nabi, bahasa ibadah, yang harus dipahami oleh milyaran penduduk bumi yang beragama Islam,” ujarnya.

Dalam seminar yang digagas oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta tersebut, Prof. Shalih yang juga menjabat sebagai supervisor Mu’assasah Al-Arabiyah lil Jami’ (Arabic For All Foundation), lembaga yang memberikan pengajaran bahasa Arab bagi penutur non Arab, juga menyatakan bahwa bahasa Arab juga bisa dijadikan sarana untuk mempelajari sejarah Islam. “Peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam bisa diketahui melalui pemahaman terhadap buku-buku berbahasa Arab,” tambahnya.

Selain mengadakan berbagai seminar tentang bahasa Arab dan sejarah Kerajaan Saudi Arabia, pihak Kedubes juga membuka stand pameran di arena IIBF 2016. Di stand ini pengunjung bisa mendapatkan buku-buku, mushaf, dan souvenir menarik lainnya yang dibagikan secara gratis. Selain itu Kedubes juga mengadakan kuisioner bagi para pengunjung dengan hadiah utama 5 visa haji dan 75 beasiswa studi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), yang tersebar di beberapa kota besar; Jakarta, Surbaya, Medan, dan Makassar. Pameran IIBF 2016 berlangsung sampai hari Ahad (2/10). [Artawijaya]

Sumber : https://www.islampos.com/dosen-universitas-king-khalid-bahasa-arab-sumber-memahami-islam-308135/

Malaysia Pelajari Penerapan Syariat Islam Aceh

BANDA ACEH—Delegasi negeri jiran Malaysia berkunjung ke Banda Aceh guna mempelajari penerapan syariat Islam di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Ketua Delegasi Malaysia, Datok Ahmad bin Kasim di Banda Aceh, Kamis (29/9/2016) mengatakan, kedatangan pihaknya ingin mempelajari bagaimana proses dan tahapan dari awal hingga Aceh menerapkan syariat Islam.

“Aceh berada di bawah pemerintahan Indonesia yang bukan negara syariah. Tapi, Aceh mampu mengurus hingga akhirnya menerapkan syariat Islam,” kata Datok Ahmad bin Kasim dilansir Antaranews.

Pernyataan tersebut disampaikan Datok Ahmad bin Kasim dalam pertemuannya dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Mairul Hazami mengatakan, perjuangan syariat islam di Aceh sudah berlangsung lama. Bahkan, perjuangan itu sejak Aceh menjadi bagian dari NKRI.

“Sebagai daerah yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia, Aceh meminta syarat kebebasan menerapkan syariat Islam. Dan ini pernah disetujui saat Indonesia dipimpin Presiden Soekarno,” kata dia.

Namun, imbuh Mairul Hazami, penerapan syariat Islam tidak terealisasi ketika Aceh resmi bergabung dengan Indonesia, sehingga terjadi beberapa gerakan melawan pemerintah pusat. Perlawanan ini mengakibatkan konflik berkepanjangan.

“Tapi, setelah lahirnya UU Nomor 11 Tahun 2006 atau dikenal UUPA, barulah Aceh benar-benar menerapkan syariat Islam. Dalam undang-undang itu juga mengatur syariat Islam,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh Sanusi Husein. Ia mengatakan, Islam telah mendarah daging di masyarakat Aceh.

“Karena itu, penerapan syariat Islam merupakan keinginan rakyat Aceh yang sejalan dengan ada dan istiadat masyarakat di Bumi Serambi Mekkah tersebut,” kata Sanusi Husein.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Banda Aceh T Angkasa mengatakan, penerapan syariat Islam telah menyentuh dunia pendidikan.

“Syariat Islam diterapkan melalui pendidikan diniyah yaitu pemantapan ilmu-ilmu keagamaan di luar pelajaran formal di setiap sekolah, baik sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas dan kejuruan,” kata T Angkasa. []

Sumber : https://www.islampos.com/malaysia-pelajari-penerapan-syariat-islam-aceh-307959/