tidak ada gambar

Catatan Sejarah Cinta

  • Penulis :
  • Last Update : 2012-07-24 19:29:00
  • Category : Resensi Buku,
  • Tags : No Tags

Fikri Habibullah M. adalah seorang penulis buku yang jenis kajianya non fiksi. Ia sekarang sedang menempuh pendidikan strata 1 (S1) di Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah program pendidikan perbandingan mazhab dan hukum (PMH). Juga tercatat sebagai mahasantri DarusSunah International Institute For Hadith Sciences. Selama ini ia telah menulis beberapa karya buku berjudul “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” yang menjadi Best Seller sampai sekarang, Dua “Antalogi Sungguh Aku Mencintaimu Karena Allah dan Jangan Lukai Ibumu”, serta “Catatan Sejarah Cinta” ini.

Dalam buku Catatan Sejarah Cinta ini, Fikri Habibullah ingin mengajak anda untuk tenggelam menuju kedalaman cinta dan menelusuri jejak-jejak cinta hingga menemukan kesejatian muaranya. Tak akan habis kata membicarakan cinta, menggebu, seru, mengharu biru. Selalu begitu ketika cinta menjadi topik pembicaraan. Untuk itulah Catatan Sejarah Cinta ini hadir, mengupas berbagai sudut pandang tentang cinta bersama pemaparan Fikri Habibullah M.

Buku ini juga seolah menjawab berbagai pertanyaan kebanyakan tentang pemahaman cinta. Apa makna cinta? Bagaimana membangun cinta? dan adakah keajaiban cinta?. Semua hal itulah yang akan dibahas oleh Fikri Habubullah bersama pemaparan-pemaparan lainya.

 

Ada beberapa kalimat dari buku “Catatan Sejarah Cinta” ini yang akan menginspirasi  anda untuk bergerak menggapai cinta. “Bergeraklah dengan energi cinta, niscaya tak akan ada kamus  lelah dan menyerah dalam langkahmu. Hiasilah harimu dengan cinta, agar terkobar semangatmu selalu”. Dengan sedikit kalimat-kalimat tersebut, Fikri Habibullah sudah membuat suntikan motivasi untuk kita agar bergerak menggapai cinta. 

Lalu bagaimanakah kisah dan kalimat-kalimat motivasi selanjutnya? Kemudian hal apa saja yang tersirat dari cinta yang begitu universal pemahamanya?

Temukanlah di “Catatan Sejarah Cinta”, buku yang akan membantu kita untuk bergerak tanpa lelah dalam menggapai dan menebar benih-benih cinta kepada setiap orang di sekitar kita.

COBALAH membahagiakan orang lain dengan cinta yang sesungguhnya. Karena Allah menyukai hamba-hamba yang hatinya dipenuhi cinta.