tidak ada gambar

LGBT

  • Penulis :
  • Last Update : 2016-05-02 02:14:00
  • Category : Resensi Buku,
  • Tags : No Tags

“Sesungguhnya yang amat ditakuti, paling aku takuti atas umatku
 ialah perbuatan kaum Luth.”
(HR at-Tirmidzi, al-Hakim, & Ibnu Majah)
 
Akhir-akhir ini, dunia khususnya Indonesia dikejutkan dengan kehadiran kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) yang merebak di tengah-tengah masyarakat. Kasus ini begitu mencuat ke permukaan publik. Berbagai pro dan kontra dari beberapa lapisan masyarakat, tokoh agama, dan lain sebagainya ramai memperbincangkan hal ini. Kehadiran mereka begitu meresahkan, apalagi ketika terungkap kasus dilegalkannya pernikahan sesama jenis di luar negeri bahkan di wilayah Indonesia sendiri. Selain merupakan kasus pelanggaran norma-norma yang ada, LGBT juga dilarang dalam ajaran Islam. Lalu, sebenarnya apa itu LGBT? Mengapa kemunculannya begitu kontroversial?
Nah, kehadiran buku Lo Gue Butuh Tau LGBT akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita seputar dunia kaum Nabi Luth ini. Ya, panggil dia Kak Sinyo, seorang penggiat Yayasan Peduli Sahabat yang telah menangani dan mendampingi banyak kasus LGBT di Indonesia. Kak Sinyo tergerak menuliskan pengetahuannya tentang dunia LGBT, agar pembaca dapat mengenali ciri-cirinya dan bagaimana kita harus bersikap ketika berada dekat dengan mereka. Di sini, Kak Sinyo memberikan edukasi tentang dunia LGBT dengan pendekatan agama Islam dan pemahaman psikologis seseorang. 
Mengawali pembahasannya, Kak Sinyo mengenalkan terlebih dulu apa itu orientasi seksual (ketertarikan secara emosional dan seksual pada jenis kelamin tertentu). Yang di antaranya, ada Same Sex Attraction (SSA) (tertarik pada sesama jenis), Biseksual (tertarik secara seksual pada lawan jenis sekaligus sesama jenis), dan Heteroseksual (ketertarikan seksual kepada lawan jenis). Dalam Islam, tentu hanya heteroseksual-lah yang dihalalkan/diperbolehkan karena sesuai dengan fitrah manusia. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi orientasi seksual, misalnya kondisi psikologis hingga tempat ia tinggal. Jika ada perubahan orientasi seksual di kala masih balita, itu bisa disebabkan beberapa kemungkinan. Bisa karena salah panutan dari orang tua/keluarga dan sikap orang tua yang over protective pada anak.
Kaitannya dengan LGBT, perlu diketahui ada perbedaannya dengan SSA. Di buku Lo Gue Butuh Tau LGBT ini, Kak Sinyo menjelaskan bahwa orang yang LGBT ada kecenderungan hasrat untuk hidup bersama serta menuntut pengakuan identitas dengan seksual dan pernikahan sejenis. Mereka yakin, perasaan yang tumbuh dalam dirinya adalah kefitrahan dan anugerah dari Allah. Sedangkan orang yang SSA, bisa dikatakan mereka masih di bawah tahap orang yang LGBT. Mengapa? Karena orang SSA merasakan ketertarikan kepada sesama jenis, namun di hatinya masih tersisa gejolak perlawanan bahwa itu perbuatan yang salah, tak sesuai dengan fitrah manusia. Baik dalam pandangan agama maupun sosial.
Menyelisik dari pandangan Islam, Kak Sinyo membahasnya sesuai dengan ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi yang menerangkan tentang kaum Nabi Luth ini. Dalam hal ini, penyuka sesama jenis amat ditakuti dalam artian dapat merusak kefitrahan manusia untuk meneruskan keturunan, melanjutkan tonggak perjuangan Islam. Sebab, hanya orang yang heteroseksual-lah yang dapat menghasilkan keturunan. Berbagai hukuman bagi pelaku LGBT ini, tercantum jelas dalam hadits Nabi salah satunya berupa dibunuh. Adanya perilaku LGBT, memang bentuk ujian dari Allah. Namun, Allah pun telah menganugerahi kita akal dan pikiran. Dengannya, kita dapat meraba sesuatu yang baik dan buruk untuk hidup sesuai kacamata agama dan sosial. 
Dalam buku ini, Kak Sinyo juga memberikan solusi agar kaum SSA dan LGBT dapat hidup normal sesuai kefitrahannya. Kak Sinyo menyarankan pada pembaca jika dirinya merasa ada kecenderungan SSA/LGBT atau ada orang terdekat yang mengalami ini, untuk segera beri penyadaran diri. Menyadari bahwa ini hal yang salah, lalu bimbinglah dengan cara yang baik, konsultasikan kepada psikolog, ustad yang menguasai hal ini, ke yayasan yang biasa menangani dan mendampingi kasus SSA dan LGBT atau berusaha menghindari pergaulan yang menjerumus ke arah penyimpangan itu. Jangan mencemooh atau menjauhi mereka sebagai bentuk menghakimi dari lingkungan sosial. Dari ujian yang mereka terima, Allah pun memberi jalan untuk keluar dari ujian itu dengan berbagai cara. 
Jika kita beranggapan isi buku ini hanya kumpulan teori-teori semata, itu adalah kesalahan. Sebab, buku Lo Gue Butuh Tau LGBT ini juga memaparkan kisah yang real dialami beberapa orang SSA dan LGBT sebagai pembuka di tiap bab-nya. Selain itu, di akhir buku ini ada pembahasan soal deteksi dini untuk mengenali diri adakah indikasi SSA atau LGBT pada diri kita. Dilengkapi pula bab khusus yang menuliskan cerita seseorang tentang kasus SSA dan LGBT. Ditambah lagi dengan keunikan desain cover dan illustrasi di dalamnya, memberikan kesan bahwa buku ini berisi pembahasan ringan untuk remaja. Namun, tetap kaya ilmu dan pengetahuan. Pokoknya, buku karya Sinyo ini wajib dibaca sampai tuntas karena Loe Gue Butuh Tau LGBT!