Petualangan ini seharusnya terasa menakutkan, tapi tidak bagi anak-anak Cloverton International High School. Tim yang terdiri dari perwakilan berbagai klub itu justru dipenuhi antusiasme, termasuk Bianca yang mewakili klub jurnalistik.
Sebenarnya, Bianca berharap kutukan itu benar-benar nyata sehingga dia bisa menghilang seperti keluarga Bronte. Masa lalunya, yang memalukan dan terasa lebih terkutuk, mendorong Bianca lari dari hidup. Sialnya, orang yang menghancurkan hidupnya justru bergabung dalam ekspedisi. Bianca tidak bisa mundur. Dia terpaksa menjalani ekspedisi bersama laki-laki yang telah menghancurkan masa remajanya.
Pulau Mala perlahan merenggut keberanian anak-anak Cloverton High School. Satu per satu anggota tim menghilang, sementara yang lain mengalami kematian tragis.
Di tengah teror yang mencekam, Bianca terus bertanya, “Kenapa bukan aku yang hilang? Kenapa bukan aku yang mati?”