BUKU BARU!

Penerbitan buku

Percetakan buku

Penjualan Buku

Komunitas pecinta buku gema insani

TERLARIS!

BLOG

Tartila Tartusi, Nenek Yang Gemar Menulis

Tartila Tartusi,

Nenek yang Gemar Menulis

 

            Tartila Tartusi, lahir di kota tambang batu bara Sawahlunto, Sumatra Barat pada 22 September 1945. Nenek dengan 8 cucu ini, ternyata sudah gemar menulis sejak di bangku SMP yang dimulai di majalah Trisula, Jakarta dan lembaran untuk anak majalah Siasat. Memasuki bangku SMA, ia menulis berbagai puisi dan cerpen di sebuah surat kabar daerah Padang dan dikenal sebagai penyair remaja. Ketika melanjutkan studi di Akademi Arsitektur Pertamanan, Jakarta, puisi dan cerpennya muncul antara lain di majalah Selecta dan koran Ujana yang kala itu diasuh oleh Pala Manroe.

            Lulus kuliah dan menikah tahun 1968, Tartila bekerja di sebuah radio arsitektur sebagai asisten perencana. Namun, panggilan bakat alamnya membuat Tartila meninggalkan pekerjaan itu dan beralih menjadi ilustrator sekaligus penulis lembaran anak-anak "Bimba" di majalah Femina tahun 1977.  "Bimba" kemudian berdiri sendiri, namun hanya bertahan sekitar tiga tahun dan ia dipindahkan ke majalah Ayahbunda.

            Pada masa-masa itu, Tartila menulis puisi yang dimuat di majalah Gadis dan buku-buku yang diterbitkan oleh Femina Group, antara lain Namaku Ipul dan Seri Bermain dan Belajar. Ia juga menulis 2 seri buku Hutan Keramunting di Bukit Kecil, Merpati Terbang ke Selaran, Rio dan PBB, Tukino Anak Transmigran, Pipit Anak Asongan, Tiki Air, Bunga Tapak Dara, Di mana si Jali dan Hur Angin yang diterbitkan oleh Bina Rena Pariwara di Jakarta.

            Tahun 1989, Tartila membantu Ni Luh Dewi Chandrawati mengasuh majalah Aku Anak Saleh (AAS) seri TK. Tahun 1990, ia keluar dari majalah Ayahbunda dan berkonsentrasi mengasuh majalah AAS. Meskipun demikian, ia tetap menjadi kontributor majalah Ayahbunda yang telah membesarkan namanya selama ini. Tahun 1993, ia merintis terbitnya majalah Aku Anak Saleh seri SD, juga mengisi acara workshop menulis cerita dan ilustrasi untuk anak yang diselenggarakan oleh AAS, Pesantren Putri Hidayatullah, Surabaya, dan Penerbit Bunyan.

            Hingga memasuki usianya yang senja ini, Tartila Tartusi masih aktif melebarkan prestasinya di bidang kepenulisan. Dimulai tahun 2000 hingga 2016, Tartila Tartusi sukses menghasilkan karya berupa buku anak yang diterbitkan Gema Insani. Buku-buku tersebut diterbitkan secara seri yang bertajuk 12 Seri Ensiklopedia Anak Muslim, 10 Seri Sirah Nabi Muhammad saw., 5 Seri Mengenal Allah, 4 Seri Kepribadian Muslim, dan 5 Seri Fabel Andung Ila. Buku-buku terbaik karya Tartila Tartusi ini, bisa didapatkan di Toko Buku Gema Insani Jl. Ir. H. Juanda Depok, Toko Buku Online Gema Insani di http://toko.gemainsani.co.id/, dan toko-toko buku di wilayah Indonesia.

 

   

Seminar Berani Jatuh Cinta

SEMINAR BERANI JATUH CINTA


Pembicara: Iwan Januar (Islamic Super Parent)

Pelaksanaan:

Sabtu, 18 Maret 2017

Waktu: 09.00 - 11.45 WIB

Jl. Ir. H. Juanda, Depok. Gema Insani Building Lt. 2



Biaya Pendaftaran : Rp 25.000

Include

1. Goody Bag

2. Snack

3. Souvenir Buku

4. Voucher Disc 10% Villa Insani-Bogor

5. Doorprize Buku/Al-Quran


Mengenal Fadila Hanum

Fadila Hanum lahir di Lampung Selatan, 27 Juli 1987. Anak kedua dari lima bersaudara ini, hobi menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar. Cerita anak begitu melekat dalam keseharian masa kanaknya, bahkan sampai kini ia masih mengingat dengan jelas alur dari cerita-cerita itu. Baik yang dibaca di perpustakaan sekolah maupun yang didongengkan ibu tercinta.

 

Ibunda dari Wafa Tamimatu Ufaira ini, bercita-cita menjadi penulis cerita anak yang disukai anak-anak. Karya-karyanya sudah dimuat di beberapa media, yaitu Lampung Post, Radar Bojonegoro, dan Majalah Bobo. Berbagai karya lainnya juga diterbitkan Gema Insani yang bertajuk Setan? Siapa Takut!, Dongeng Bawah Tanah, Dongeng Dalam Laut: Kisah Hewan Penghuni Lautan, Dongeng di Angkasa: Kisah Hewan Bersayap, Hap! Hap! Hap!: Fabel Kemandirian & Keberanian, Pahlawan Bumi (meraih penghargaan di IBF 2016), Hipo Si Hiu Yang Baik hati: + 9 Kisah Penuh, 3 Seri Kota Suci, Seri Simbiosis: Bo dan Jali, dan 10 Seri Anak Saleh Didoakan Malaikat (masih dalam proses terbit).

 

Penggemar film kartun dan pencinta buku ini, ternyata juga berkolaborasi dengan sang suami, AW Wibowo dalam menulis cerita Islami untuk anak. Buku karya duet mereka, yaitu Dongeng Dalam Laut: Kisah Hewan Penghuni Lautan, Dongeng di Angkasa: Kisah Hewan Bersayap, dan 10 Seri Anak Saleh Didoakan Malaikat.

                                                                                                                                      

Mau tahu lebih lanjut tentang Fadila Hanum? Silakan hubungi via email ke fadilahanum@gmail.com, facebook: Fadila Hanum, dan twitter: @fadilahanumFH. Para orang tua bisa menghadiahkan buah hatinya dengan berbagai karya terbaik Fadila Hanum yang bisa didapatkan di Toko Buku Gema Insani Jl. Ir. H. Juanda Depok, Toko Buku Online Gema Insani di http://toko.gemainsani.co.id/, dan toko-toko buku di wilayah Indonesia.




Sumber foto: Buku Setan? Siapa Takut! karya Fadila Hanum


 

 

 

 

Lebih Dekat Dengan O.solihin

Oleh Solihin, penulis kelahiran Kuningan, 12 Februari ini memiliki nama pena O. Solihin. Kiprahnya di dunia kepenulisan memang tak diragukan lagi. O. Solihin berhasil mencetak berbagai judul buku best seller, terutama buku yang bergenre remaja. Pada tahun 2002, ia sukses menghasilkan karya bertajuk Jangan Jadi Bebek yang diterbitkan oleh Gema Insani. Karya tersebut menjadi awal mula lahirnya karya populer selanjutnya yang diterbitkan Gema Insani.

           

Karya-karya tersebut bertajuk Jangan Jadi Seleb (2002, hasil kolaborasi bersama Iwan Januar), Jangan Nodai Cinta (2003, hasil kolaborasi bersama Iwan Januar), Andai Kamu Tahu (2004), Bangkit Dong, Sobat! (2005), Loving You Merit Yuk (2005, hasil kolaborasi bersama Hafidz341), Yes I am MUSLIM (2007), Save Our Soul (2007), Gaul Tekno Tanpa Error (2007), Jangan Bilang Cinta (2008), Ngaji: Sampai Nanti Sampai Mati (2011), Jomblo's Diary (2016), dan Lupakan Mantanmu! (2016).

           

O. Solihin tidak hanya melebarkan prestasinya di Indonesia, tapi juga mampu merambah ke luar negeri. Lima judul karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia dan diterbitkan pula di negeri Jiran tersebut. Sebut saja kelima karyanya itu, Jangan Nodai Cinta, Jangan Jadi Seleb, Bangkit Dong, Sobat!, Save Our Soul, dan Yes I am MUSLIM.

           
Selain menulis buku, O. Solihin mengelola usaha Kursus Menulis Online dan Offline serta menjadi editor di Buletin GAULISLAM sekaligus mengelola website-nya sejak tahun 2007. Ia juga menjadi Content Editor untuk website MediaIslamNet, Cerpen Islami, dan Catatan Muslimah. Hingga saat ini, O. Solihin menjadi narasumber Rubrik MUDA dan Rubrik MEDIA di Voice of Islam serta narasumber Program SALAM REMAJA di Wesal TV. 

           

Pengalamannya di media penerbitan majalah juga tak kalah hebatnya. Sejak tahun 1994 hingga 2006, O. Solihin pernah menjadi reporter, redaktur (redaktur bahasa hingga pemimpin redaksi) di Majalah Remaja PERMATA, Majalah SOBAT Muda, Majalah MIMBAR, dan Majalah AL-WAIE.

           

O. Solihin bisa dihubungi ke alamat email-nya di osolihin.35@gmail.com. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai O. Solihin, juga bisa kunjungi weblog-nya di //osolihin.net dan www.menuliskreatif.com. Baca juga berbagai karya best seller-nya yang bisa didapatkan di Toko Buku Gema Insani Jl. Ir. H. Juanda Depok, Toko Buku Online Gema Insani di http://toko.gemainsani.co.id/, dan toko-toko buku di wilayah Indonesia.



Sumber foto: osolihin.wordpress.com